Deformasi PulauLombok Berdasarkan Data GPS

Cecep Sulaeman, Pandu Adi Minarno

Abstract


Hasil survei secara periodik di Pulau Lombok menunjukkan pergeseran horizontal titik ukur GPS ke timur laut dengan kecepatan 6,65 mm/th hingga 22,76 mm/th. Sementara secara vertikal umumnya naik dengan kecepatan 2,40 mm/th hingga 559,86 mm/th. Pulau Lombok bagian tengah hingga selatan mengalami dilatasi luas negatif, sementara di bagian utara bernilai positif. Pulau Lombok juga mengalami regangan geser yang umumnya bernilai negatif. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa deformasi tersebut disebabkan oleh interaksi beberapa sumber gempa bumi yaitu subduksi lempeng Indo-Australia, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali. Potensi momen magnitudo gempa bumi yang dihasilkan oleh subduksi, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, sesar Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali masing-masing Mw 7,1; Mw 6,6; Mw 6,8; Mw 5,8; dan Mw 5,2.


Keywords


deformaion

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.34126/jlbg.v10i1.182

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.