Penerapan Metode Mikrotremor HVSR untuk Penentuan Respons Dinamika Kegempaan di Kota Padang

Pupung Susilanto, Drajat Ngadmanto, Daryono Daryono, Thomas Hardy, Suliyanti Pakpahan

Abstract


ABSTRAK
Peristiwa gempabumi 30 September 2009, memperlihatkan bahwa Kota Padang merupakan daerah rawan gempabumi. Sebagai ibu kota provinsi, Kota Padang berperan sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian, sehingga harus dilindungi dari bahaya gempabumi. Penelitian mikrozonasi dengan metode pengukuran mikrotremor ini bertujuan untuk mengetahui respons dinamika kegempaan setempat di Kota Padang. Data mikrotremornya terdiri atas 180 titik hasil pengukuran yang tersebar di Kota Padang dengan grid 500 m x 500 m. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan digital portable seismograph tiga komponen dengan durasi pengukuran selama 30 menit dan frekuensi sampling 100 Hz. Data diolah dengan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio). Indeks kerentanan seismik (Kg) diperoleh dengan mengkuadratkan nilai puncak spektrum mikrotremor dibagi dengan frekuensi dominannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan (f0) di daerah penelitian berkisar antara 0,5 – 1,9 Hz, H/V amplifikasi (A) antara 0,6 – 9,7, dan nilai indeks kerentanan seismik (Kg) berkisar antara 0,3-162,0. Persebaran secara spasial indeks kerentanan seismik menunjukkan bahwa hampir seluruh daerah penelitian merupakan daerah yang mempunyai kerentanan yang cukup tinggi terhadap bahaya gempabumi.Kerentanan yang tertinggi tersebar di bagian barat dan utara daerah penelitian, sedangkan kerentanan yang lebih rendah tersebar di bagian timur dan selatan daerah penelitian.
Kata kunci: HVSR, indeks kerentanan seismik,mikrotremor

ABSTRACT
The earthquake on September 30, 2009, shows that Padang City is an earthquake vulnerable area. As the capital of a province, it plays the role as the centre of governance and economy. Thus, Padang City should be protected from earthquake hazards.Microzonation research with microtremor measurement method aims to determine the dynamic response of the local seismicity in the city. Microtremor data consist of 180 measurement points that are scattered in Padang with a grid of 500 mx 500 m. The measurements used a digital portable seismograph three components with time duration 30 minutes and 100 Hz of sampling frequency. The data are processed using HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio) method. The seismic vulnerability index (Kg) obtained by squaring the peak value of microtremor spectrum divided by its dominant frequency. The results show that the dominant frequency (f0) in the studied area ranges between 0.5 to 1.9 Hz, H/V amplification (A) between 0.6 to 9.7, and the value of the seismic vulnerability index (Kg) rangesbetween 0.3 to 162.0. Spatial distribution of the seismic vulnerability index shows that almost of the entire researched area has a fairly high susceptibility to earthquake hazards. The highest vulnerability spreads across the western and northern parts of the studied area, while a lower susceptibility scatteres in the east and south of the studied area.
Keywords: HVSR, seismic vulnerability index, microtremor


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.34126/jlbg.v7i2.96

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

                                        RJI Main Logo